Kalender

Agustus 2016
SenSelRabKamJumSabMin
 << < > >>
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Announce

Siapa yang Online?

Anggota: 0
Pengunjung: 1

rss Syndication

Arsip

Jul132013

KEKUATAN DALAM KETENANGAN




KEKUATAN DALAM KETENANGAN

Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia
kehendaki dan memberi
petunjuk orang-orang yang taubat kepada-Nya. Yaitu
orang-orang yang
beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan
mengingat Allah.
Sadarilah hanya dengan mengingat Allah hati akan
tenang. (Ar-Ra’d: 27-28).
Ayat di atas dipetik dari surat Ar-Ra’d yang berarti
guruh. Disebut
surat Ar-Ra’d karena ada bagian yang menyinggung
tentang guruh, yakni
pada ayat ke-13 yang berbunyi, Dan guruh itu
bertasbih sambil memuji
Allah. Ayat ini memberi pelajaran kepada manusia
bahwa guruh pun
bertasbih, apalagi semestinya manusia.
Sedangkan ayat ke-27 dan 28 yang tertera di atas
menjelaskan bahwa
Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) akan memberi
petunjuk dan bimbingan kepada
orang-orang yang bertaubat kepada-Nya. Artinya,
orang-orang yang sadar
lalu kembali ke jalan Allah; orang-orang yang telah
menyesali
perbuatan-perbuatan tercela yang pernah
dilakukannya.
Dijelaskan dalam ayat ke-28 bahwa, “Yaitu orang-
orang yang beriman.”
Artinya, dengan bertaubat itu berarti kembali memasuki
kancah
keberimanan atau kembali melakukan kewajiban-
kewajiban sebagai orang
beriman. Hal tersebut dibuktikan dengan banyak
mengingat Allah sehingga
tidak mudah lagi terpeleset dari jalan petunjuk. Dalam
keadaan demikian
itu, jiwanya menjadi tenang dan tenteram, karena
memang ada jaminan
dalam lanjutan ayat itu bahwa, “Dengan banyak
mengingat Allah hati akan
tenteram.”
Orang yang telah melalui proses ini yaitu
menyongsong gerbang taubat
dan memasuki istana iman--lalu memanfaatkan
kondisi tersebut untuk
selalu mengingat Allah, maka itulah orang yang telah
mendapat
kebahagiaan yang tiada bandingannya. Apalagi dalam
kondisi seperti
sekarang ini, ketenangan jiwa sungguh sangat mahal
harganya. Bukankah
disekitar kita sekarang penuh dengan hal-hal yang
memproduksi
kegelisahan,kecemasan, keputusasaan, keraguan, duka
cita, dan lain sebagainya?
Kalau kita tidak memiliki ketenangan jiwa, tidak
memiliki pegangan kuat, dan
tidak mempunyai pandangan, niscaya mudah
terombang-ambing.
Ketenangan jiwa membuat orang dapat hidup tenang.
Inilah yang sangat
diperlukan pada situasi seperti sekarang, di tengah-
tengah gelombang
kehidupan yang serba tidak menentu. Apalagi bagi
seorang pemimpin yang
bercita-cita mewujudkan kecerah-ceriaan masa depan
bagi negeri yang
sedang terpuruk ini. Hanya orang yang memiliki
ketenangan jiwa yang
dibalut oleh iman dan dzikrullah yang dapat berpikir
tenang;
berpandangan jitu, dan mampu membuat program
yang mengenai sasaran
untuk kepentingan manusia dan kemanusiaan.
Sekarang ini kita bukannya miskin manusia intelek,
tetapi ibu-ibu di
negeri ini tidak subur rahimnya untuk melahirkan
insan-insan yang
memiliki jiwa dan pikiran tenang. Yaitu insan yang
tidak terkontaminasi
dengan virus kegelisahan, kecemasan, keputusasaan,
dan keraguan.
Hendaknya secuil ketenangan jiwa yang telah kita
peroleh bisa
senantiasa dipelihara, kita pupuk dengan shalat,
shiyam, baik yang fardhu atau
yang sunnah, infaq, dzikir, dan tadabbur (telaah) Al-
Qur'an. Insya Allah
semua itu akan menghidupkan hati, menenangkan jiwa,
membuka pikiran,
dan meluruskan langkah. Lebih jauh dari itu, akan
mengantar kita agar dapat
terhindar dari kesulitan di akhirat, yang sekaligus akan
mempermudah
kita dalam urusan dunia ini.
Sekarang ini kita tidak mengharapkan lahirnya pakar
manajemen yang
telah menghabiskan separoh umurnya belajar dari satu
negara ke negara yang
lain, namun kering dari nilai-nilai wahyu. Tapi yang
diharapkan adalah
yang tercerahkan dengan wahyu dan kaya dengan
bahan perbandingan.
Kita bisa belajar dari sejarah. Kaisar Romawi,
Heraclius, beberapa saat
setelah pasukannya dipukul mundur oleh tentara
Muslim, dia bertanya
kepada pembesar-pembesarnya, “Kabarkanlah
kepadaku tentang kaum
Muslimin yang memerangi kalian itu. Bukankah mereka
juga manusia seperti
kalian?”
Pembesarnya menjawab, “Benar.”
Kaisar bertanya lagi, “Lalu mana yang lebih banyak
jumlahnya, kalian
atau mereka?”
Para pembesar menjawab, “Jumlah kami lebih
banyak.”
Kaisar melanjutkan pertanyaannya, “Kenapa kalian
bisa kalah?”
Seorang tua di kalangan pembesar menjawab, “Karena
tentara Islam shalat
di malam hari dan berpuasa di siang hari, mereka
menepati janji,
melaksanakan amar ma'ruf dan nahi munkar, saling
membagi, tidak saling
mementingkan diri. Yang menyebabkan kita kalah
karena kita gemar minum
khamr, berzina, suka melakukan yang haram, terbiasa
melanggar janji,
mudah marah, berbuat zhalim, memerintah dengan
kekerasan, mencegah dari
hal yang diridhai Allah, dan kita banyak berbuat
kerusakan di muka bumi
ini.”
Kaisar Heraclius berkata, “Lewat keteranganmu ini
membuat aku yakin
bahwa kita memang pantas dikalahkan oleh mereka,
dan mereka akan
merebut dan menguasai tempat berpijak kedua telapak
kakiku ini.”
Kita dapat melihat bahwa kemenangan yang dicapai
ummat Islam bukan
hanya dengan mengandalkan persenjataan yang
lengkap dan jumlah personil yang
banyak, tapi terletak pada ketaatan dan kepatuhan
berpegang teguh pada
ajaran yang dianutnya. Dalam kondisi genting pun
tetap menjaga moral
dan mematuhi norma-norma yang telah digariskan
untuknya. Mereka memiliki
ketenangan jiwa dan pikiran jernih, baik panglima
perangnya ataupun
perajurit-prajuritnya. Mereka mampu menahan diri
melihat lawannya
berpesta khamar dan melampiaskan nafsu seksnya.
Kaum Muslimin sadar
bahwa dalam ketenangan dan pengendalian dirilah
terletak potensi maha
raksasa untuk mencapai kemenangan.
Wallahu a’lam.

Admin · 18 tampilan · 0 komentar
Kategori: Cat
Jul122013

KEKUATAN SEBUAH DO'A



KEKUATAN SEBUAH DO'A
"Ya Allah, jangan kembalikan aku ke keluargakau, dan
limpahkanlah kepadaku kesyahidan."
Doa itu keluar dari mulut `Amru bin Jamuh, ketika ia
bersiap-siap mengenakan baju perang dan bermaksud
berangkat bersama kaum Muslimin ke medan Uhud. Ini
adalah kali pertama bagi `Amru terjun ke medan
perang, karena dia kakinya pincang. Di dalam Al-
Quran disebutkan: "Tiada dosa atas orang-orang buta,
atas orang-orang pincang dan atas orang sakit untuk
tidak ikut berperang." (Qs Al-Fath:17)
Karena kepincangannya itu maka `Amru tidak wajib
ikut berperang, di samping keempat anaknya telah
pergi ke medan perang. Tidak seorangpun menduga
`Amru dengan keadaannya yang seperti itu akan
memanggul senjata dan bergabung dengan kaum
Muslimin lainnya untuk berperang.
Sebenarnya, kaumnya telah mencegah dia dengan
mengatakan: "Sadarilah hai `Amru, bahwa engkau
pincang. Tak usahlah ikut berperang bersama Nabi
saw."
Namun `Amru menjawab: "Mereka semua pergi ke
surga, apakah aku harus duduk-duduk bersama
kalian?"
Meski `Amru berkeras, kaumnya tetap mencegahnya
pergi ke medan perang. Karena itu `Amru kemudian
menghadap Rasulullah Saw dan berkata kepada
beliau: "Wahai Rasulullah. Kaumku mencegahku pergi
berperang bersama Tuan. Demi Allah, aku ingin
menginjak surga dengan kakiku yang pincang ini."
"Engkau dimaafkan. Berperang tidak wajib atas
dirimu." Kata Nabi mengingatkan.
"Aku tahu itu, wahai Rasulullah. Tetapi aku ingin
berangkat ke sana." Kata `Amru tetap berkeras.
Melihat semangat yang begitu kuat, Rasulullah
kemudian bersabda kepada kaum `Amru: "Biarlah dia
pergi. Semoga Allah menganugerahkan kesyahidan
kepadanya."
Dengan terpincang-pincang `Amru akhirnya ikut juga
berperang di barisan depan bersama seorang anaknya.
Mereka berperang dengan gagah berani, seakan-akan
berteriak: "Aku mendambakan surga, aku
mendambakan mati: sampai akhirnya ajal menemui
mereka.
Setelah perang usai, kaum wanita yang ikut ke medan
perang semuanya pulang. Di antara mereka adalah
"Aisyah. Di tengah perjalanan pulang itu `Aisyah
melihat Hindun, istri `Amru bin Jamuh sedang
menuntun unta ke arah Madinah. `Aisyah bertanya:
"Bagaimana beritanya?"
"Baik-baik , Rasulullah selamat Musibah yang ada
ringan-ringan saja. Sedang orang-orang kafir pulang
dengan kemarahan, "jawab Hindun.
"Mayat siapakah di atas unta itu?"
"Saudaraku, anakku dan suamiku."
"Akan dibawa ke mana?"
"Akan dikubur di Madinah."
Setelah itu Hindun melanjutkan perjalanan sambil
menuntun untanya ke arah Madinah. Namun untanya
berjalan terseot-seot lalu merebah.
"Barangkali terlalu berat," kata `Aisyah.
"Tidak. Unta ini kuat sekali. Mungkin ada sebab lain."
Jawab Hindun.
Ia kemudian memukul unta tersebut sampai berdiri dan
berjalan kembali, namun binatang itu berjalan dengan
cepat ke arah Uhud dan lagi-lagi merebah ketika di
belokkan ke arah Madinah. Menyaksikan pemandangan
aneh itu, Hindun kemudian menghadap kepada
Rasulullah dan menyampaikan peristiwa yang
dialaminya: "Hai Rasulullah. Jasad saudaraku, anakku
dan suamiku akan kubawa dengan unta ini untuk
dikuburkan di Madinah. Tapi binatang ini tak mau
berjalan bahkan berbalik ke Uhud dengan cepat."
Rasulullah berkata kepada Hindun: "Sungguh unta ini
sangat kuat. Apakah suamimu tidak berkata apa-apa
ketika hendak ke Uhud?"
"Benar ya Rasulullah. Ketika hendak berangkat dia
menghadap ke kiblat dan berdoa: "Ya Allah, janganlah
Engkau kembalikan aku ke keluargaku dan
limpahkanlah kepadaku kesyahidan."
"Karena itulah unta ini tidak mau berangkat ke
Medinah. Allah SWT tidak mau mengembalikan jasad
ini ke Madinah" kata beliau lagi.
"Sesungguhnya diantara kamu sekalian ada orang-
orang jika berdoa kepada Allah benar-benar
dikabulkan. Diantara mereka itu adalah suamimu,
`Amru bin Jumuh," sambung Nabi.
Setelah itu Rasulullah memerintahkan agar ketiga
jasad itu dikuburkan di Uhud. Selanjutnya beliau
berkata kepada Hindun: "Mereka akan bertemu di
surga. `Amru bin Jumuh, suamimu; Khulad, anakmu;
dan Abdullah, saudaramu."
"Ya Rasulullah. Doakan aku agar Allah mengumpulkan
aku bersama mereka,: kata Hindun memohon kepada
Nabi.

Admin · 61 tampilan · 0 komentar
Kategori: Cat
Jul112013

KEUTAMAAN MEMBACA ALQUR'AN



KEUTAMAAN MEMBACA ALQUR'AN

Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah
bersabda: "Perumpamaan orang mukmin yang
membaca Al Qur`an bagaikan buah limau baunya
harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang
mukmin yang tidak membaca Al Qur`an bagaikan
kurma, rasanya lezat dan tidak berbau.
Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur`an
bagaikan buah raihanah yang baunya harum dan
rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang
tidak membaca Al Qur`an bagaikan buah hanzholah
tidak berbau dan rasanya pahit." Muttafaqun `Alaihi.
Merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim
untuk selalu berinteraksi aktif dengan Al Qur`an, dan
menjadikannya sebagai sumber inspirasi, berpikir dan
bertindak.
Membaca Al Qur`an merupakan langkah
pertama dalam berinteraksi dengannya, dan untuk
mengairahkan serta menghidupkan kembali kegairahan
kita dalam membaca Al Qur`an, kami sampaikan
beberapa keutamaan membaca Al Qur`an sebagai
berikut :

1. Manusia yang terbaik.
Dari `Utsman bin `Affan, dari Nabi bersabda : "Sebaik-
baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al Qur`an
dan mengajarkannya." H.R. Bukhari.

2. Dikumpulkan bersama para Malaikat.
Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah
bersabda : "Orang yang membaca Al Qur`an dan ia
mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan
bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti.
Sedangkan orang yang membaca Al Qur`an dan ia
masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih)
dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua
ganjaran." Muttafaqun `Alaihi.

3. Sebagai syafa`at di Hari Kiamat.
Dari Abu Umamah Al Bahili t berkata, saya telah
mendengar Rasulullah bersabda : "Bacalah Al Qur`an !,
maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat
sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang
membaca, mempelajari dan mengamalkannya)." H.R.
Muslim.

4. Kenikmatan tiada tara
Dari Ibnu `Umar t, dari Nabi bersabda : "Tidak boleh
seorang menginginkan apa yang dimiliki orang lain
kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang diberi
oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia
mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang
hari dan malam. Dan seorang yang diberi oleh Allah
kekayaan harta maka dia infakkan sepanjang hari dan
malam." Muttafaqun `Alaihi.

5. Ladang pahala.
Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah e :
"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah
(Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu
kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali
lipat. Saya tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu
huruf, tetapi "Alif" itu satu huruf, "Lam" itu satu huruf
dan "Mim" itu satu huruf." H.R. At Tirmidzi dan
berkata : "Hadits hasan shahih".

6. Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota surga
Dari Muadz bin Anas t, bahwa Rasulullah e bersabda :
"Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan
mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah
akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya
pada Hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih
terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka
kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu
disebabkan dengan amalan yang seperti ini. " H.R. Abu
Daud.

KEMBALI KEPADA AL QUR`AN

Bukti empirik di lapangan terlihat dengan sangat jelas
bahwa kaum muslimin pada saat ini telah jauh dari Al
Qur`an Al Karim yang merupakan petunjuknya dalam
mengarungi bahtera kehidupannya (The Way of Life).
Firman Allah I :
Berkatalah Rasul:"Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku
telah menjadikan al-Qur'an ini sesuatu yang tidak
diacuhkan". (QS. 25:30)
Dan mereka (para musuh Islam) berusaha keras untuk
menjauhkan kaum muslimin secara personal maupun
kelompok dari sumber utama kekuatannya yaitu Al
Qur`an Al Karim. Sebagaimana yang telah
diungkapkan oleh Al Qur`an Al Karim mengenai target
rahasia mereka dalam memerangi kaum muslimin
dalam firman-Nya :
Dan orang-orang yang kafir berkata:"Janganlah kamu
mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-Qur'an
ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu
dapat mengalahkan (mereka). (QS. 41:26)
Jal Daston selaku perdana menteri Inggris
mengemukakan : "Selagi Al Qur`an masih di tangan
umat Islam, Eropa tidak akan dapat mengusai negara-
negara Timur." (Lihat buku "Rencana Penghapusan
Islam dan Pembantaian Kaum Muslimin di Abad
Modern" oleh Nabil Bin Abdurrahman Al Mahisy / 13).
Jauhnya umat terhadap Al Qur`an Al Karim merupakan
suatu masalah besar yang sangat fundamental dalam
tubuh kaum muslimin. Perkara untuk mempedomi
petunjuk Allah I melalui kitab-Nya, bukan sekedar
perbuatan sunnah atau suatu pilihan. Firman Allah I :
Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu'min dan
tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila
Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu
ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain)
tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai
Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat,
dengan kesesatan yang nyata. (QS. 33:36)
Tegasnya, menjadikan kitab Allah Subhanahu wa
Ta`ala sebagai sumber petunjuk satu-satunya dalam
kehidupan dan mengembalikan segala masalah hanya
kepada-Nya merupakan suatu keharusan oleh setiap
diri kita. Kita sama-sama bersepakat bahwa dalam
menanggulangi masalah kerusakan sebuah pesawat
terbang, kita harus memanggil seorang insinyur yang
membuat pesawat itu, dan kita sama-sama bersepakat
bahwa seorang pilot yang akan mengoperasionalkan
suatu pesawat terbang harus mengikuti buku petunjuk
oprasional pesawat yang dikeluarkan dari perusahaan
yang memproduksinya. Tetapi mengapa kita tidak mau
menerapkan prinsip ini dalam diri kita sendiri. Allah I
lah yang menciptakan kita dan hanya petunjuk-Nya
yang benar. Sedang kita mengetahui bahwa pegangan
yang mantap dan pengarahan yang benar hanyalah :
Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah
petunjuk (yang sebenarnya)". (QS. 2:120)
Ringkas dan tegas. Petunjuk Allah I itulah petunjuk.
Selain dari itu bukan petunjuk. Tidak bertele-tele, tidak
ada helah, tidak dapat ditukar. Rasulullah e bersabda :
"Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum
dengan Kitab (Al Qur`an) ini dan menghinakan yang
lain dengannya pula." H.R. Muslim.
Karena itu jangan sampai kita mengikuti hawa nafsu
mereka yang menyimpang dari garis yang tegas ini :
Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan
mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka
Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong
bagimu. (QS. 2:120)
Ringkasnya, ketika umat Islam telah jauh dari
Kitabullah, maka musibah dan malapetaka serta
segala jenis penyakit hati akan datang silih berganti,
sebagaimana yang saat ini kita lihat sendiri secara
kasat mata.
Kita berdoa kepada Allah I, semoga Dia I mengerakkan
hati dan memudahkan langkah kita dan umat Islam
lainnya untuk kembali kepada Kitabullah dan Sunnah
Nabinya e sehingga menjadi umat yang terbaik
sebagaimana firman-Nya I :
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan
mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada
Allah. (QS. 3:110)

Admin · 21 tampilan · 0 komentar
Kategori: Cat
Jul102013

PENGERTIAN DAN KEUTAMAAN PUASA

Pengertian Dan Keutamaan Puasa




Bismillahirrahmaanirrahiim.

Definisi Puasa / Pengertian Puasa
Menurut istilah, puasa berasal dari kata shiyam
(puasa) berarti imsaak (menah diri). Yang dimaksud
adalah menahan diri dari segala sesuatu yang bisa
membatalkan puasa, sejak terbitnya fajar hingga
terbenamnya matahari disertai niat berpuasa (Fiqhus
Sunnah, Sayyid Sabiq 1/573) .

Orang yang dapat kita teladani dalam berpuasa ini
adalah Rasullullah Shalallahu A’laihi Wasalam dan
para sahabatnya. Karena beliau adalah panutan bagi
kaum Muslimin. Rasulullah Shalallahu A’laihi
Wasalam adalah teladan bagi umat islam dalam
segala hal, termasuk
berpuasa. Allah berfirman,”Sesungguhnya telah ada
pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.
Yaitu bagi yang mengharap rahmat Allah dan
kedatangan hari Kiamat dan dia banyak menyebut
Allah,” (QS. Al-Ahzab: 21).

Puasa tidak menjadi alasan untuk bermalas-malasan.
Bukan bererti puasa itu hanya menahan lapar dan
haus saja. Tapi, menahan diri dari segala hal yang
bisa merusak ibadah puasa. Rasullah Shalallahu
A’laihi Wasalam bersabda, “Berapa banyak orang yang
berupasa tidak mendapat apa-apa kecuali lapar dan
haus,”(Shahihul Jami’ III/174).

Begitu pentingnya puasa ini karena ia tak hanya
merupakan salah satu kewajiban bagi kaum Muslimin,
tapi juga mengandung banyak himah. Di antaranya,
puasa mengajarkan kita untuk peduli pada sesama.
Dengan berpuasa, orang-orang kaya akan meresakan
bagaimana mendidik kita peduli pada sesama.

Keutamaan Puasa

Keutamaan keutamaan bagi orang yang berpuasa
sangat banyak sekali. Baik secara ruhiyah (mendapat
pahala), medis, maupun psikologis. Diantaranya
adalah:

1. Puasa sebagai penangkal
Terkait dengan hal ini, Rasulullah saw memerintahkan
kepada para pemuda yang belum sanggup menikah
agar berpuasa. Diantara tujuannya adalah untuk
menjaga pandangan ( ahadhdhu lil bashar ),
memelihara kemaluan dan sebagai wija’ (benteng).

2. Diampuni dosanya
Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang
melaksanakan puasa dengan iman dan mengarap
(ridha Allah), diampuni dosanya terdahlulu,” (HR.
Muslim)

3. Dimasukkan ke surga dari pintu Ar-Rayyan
Diriwayatkan oleh Sahal bin Sa’ad bahwa Rasulullah
saw bersabda, “Sesungguhnya surga memiliki sebuah
pintu yang dikenal dengan Ar-Rayyan. Dikatakan pada
hari Kiamat, “Di manakah orang-orang yang
berpuasa?” Jika orang yang terakhir dari mereka
sudah masuk maka tutuplah pintunya,” (HR. Bukhari
Muslim).

4. Mendapat syafaat
Dari Abdullah bin Amr bahwa Nabi saw bersabda,
yang artinya “Puasa dan Al-Qur’an memberikan
syafaat kepada hamba pada hari kiamat. Puasa
berkata, “Ya Rabb, Engkau cegah dia dari makan dan
syahwat pada siang hari, (berilah) syafaat aku
untuknya,” (HR. Ahmad)

5. Mendapatkan dua kebahagiaan
Rasulullah saw bersabda, “Bagi orang yang berpuasa
dua kebagadiaan. Ketika ia berbuka ia bahagia
dengan berbukanya, dan ketika bertemu dengan
Tuhannya ia gembira dengan puasanya.” (HR. Ahmad,
Muslim, dan Nasa’i).

6. Dijauhkan dari api neraka
Dari Abu Said Al-Khudri bahwa Rasulallah saw
bersabda, “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari
dalam jihad di jalan, kecuali Allah akan menjauhkan
wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh
tahun,”(HR Jamaah kecuali Abu Daud).

Admin · 61 tampilan · 0 komentar
Kategori: Cat
Jul102013

MU'JIZAT DI ATAS DO'A

Mu’jizat Di Atas Doa




Segudang harapan manusia
Tersimpan dalam kata – kata
Terpanjatkan bersama untaian suara
Yang berisi harapan tuk kehidupan

Untukmu para siswa Indonesia,
Untaian harapanmu tersimpan dalam doa.
Terus dan teruslah berdoa
Mendekatlah kepada sang pencipta
Kuasa ada bersamaNya

Tak perlu kau resah
Apabila harapan tidak terwujudkan
Janganlah berputus asa dan tetap berdoa
Karena doa adalah mu’jizatNya

Admin · 59 tampilan · 0 komentar
Kategori: Cat

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Halaman berikut